Demi Aceh Utara dan Amanah Mualem, Ayah Wa Temui Menteri Agama: Perjuangkan MTQ Nasional hingga Fasilitas Ibadah Pascabanjir

LIPUTAN BARAT

- Redaksi

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:01 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Langkah penuh makna kembali ditunjukkan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. atau yang akrab disapa Ayah Wa. Di tengah berbagai tantangan pemulihan pascabencana di Aceh Utara, Ayah Wa hadir langsung di Kementerian Agama Republik Indonesia untuk membawa amanah besar rakyat Aceh sekaligus mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dalam membahas pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional serta pemulihan sarana pendidikan dan fasilitas keagamaan yang rusak akibat banjir.

Pertemuan penting itu berlangsung hangat di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026), saat Ayah Wa bersilaturahmi langsung dengan Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam kesempatan tersebut, Ayah Wa menyampaikan salam hormat dari Gubernur Aceh sekaligus membawa harapan besar masyarakat Aceh agar pelaksanaan MTQ Nasional mendatang dapat diselenggarakan di Tanah Rencong.

“Alhamdulillah, saya berkesempatan hadir mewakili Bapak Gubernur Aceh yang berhalangan hadir. Kami berharap Aceh dapat kembali dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus kebanggaan masyarakat Aceh,” ujar Ayah Wa. Kehadirannya dinilai menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan Aceh Utara, seorang bupati hadir langsung mewakili gubernur membahas agenda strategis keagamaan di tingkat kementerian.

Tak hanya membawa misi MTQ Nasional, Ayah Wa juga menyampaikan kondisi riil Aceh Utara pascabencana banjir yang masih meninggalkan luka mendalam, khususnya terhadap sarana pendidikan berbasis keagamaan. Data yang disampaikan kepada Menteri Agama menunjukkan kerusakan pada 15 unit Raudhatul Athfal (RA), 13 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 10 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 7 Madrasah Aliyah (MA) yang hingga kini belum sepenuhnya pulih.

Lebih dari itu, fasilitas ibadah dan pembinaan umat juga mengalami dampak serius. Tercatat sebanyak 205 masjid, 213 dayah atau pesantren, 267 meunasah, serta 1.309 balai pengajian mengalami kerusakan akibat banjir. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian aktivitas pendidikan agama dan pembinaan masyarakat belum berjalan normal sebagaimana mestinya.

Ayah Wa menegaskan bahwa pemulihan fasilitas tersebut bukan semata soal bangunan fisik, melainkan bagian dari menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan syiar keagamaan di Aceh Utara. Ia berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Agama dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih berjuang bangkit dari dampak bencana.

Dalam pertemuan itu, Ayah Wa juga memperjuangkan masa depan kawasan bersejarah Samudra Pasai, wilayah yang dikenal sebagai pintu masuk pertama penyebaran Islam di Nusantara. Ia mendorong percepatan pengembangan Monumen Islam Samudra Pasai sekaligus mengusulkan pembangunan pesantren di kawasan tersebut agar kembali hidup sebagai pusat pendidikan Islam dan wisata religi dunia.

Menutup agenda di Jakarta, Ayah Wa turut mengundang Menteri Agama RI untuk berkunjung langsung ke Aceh Utara guna melihat kondisi fasilitas pendidikan dan rumah ibadah yang terdampak banjir, sekaligus meninjau potensi besar kawasan sejarah Islam Samudra Pasai. Dalam pertemuan tersebut, Ayah Wa turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, S.Sos., M.Pd, sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam membangun daerah dengan semangat kolaborasi dan pengabdian untuk rakyat. (*)

Berita Terkait

Pusat Studi Kepolisian Terus Menggeliat, Mahasiswa Bedah Gagasan Reformasi Birokrasi Polri
Pengamat Tolak Penggiringan Opini Terhadap Budi Arie, Jangan Potong Percakapan dan Framing Sepihak
Pengamat : Pengibaran Bendera Borneo Bentuk Aktualisasi Penyampaian Aspirasi
PW GP Al Washliyah Apresiasi BNN dan Polri Ringkus Gembong Narkoba di Kampung Bahari: Kado Nyata Kemerdekaan
Prof. Dr. Sutan Nasomal Desak Kapolri Berantas PETI dan Kejahatan Lingkungan di Sumbar, Dugaan Keterkaitan Kelangkaan Solar Diminta Diusut Tuntas
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 08:54 WIB

13 Paket Sabu Tersembunyi di Bawah Lantai Kedai, Dua Pria Diamankan Polres Aceh Tenggara

Selasa, 29 September 2026 - 07:08 WIB

Bersama Bhayangkari, Kapolres Aceh Tenggara Ulurkan Kepedulian Kepada Masyarakat Terdampak Banjir

Senin, 28 September 2026 - 06:38 WIB

Pelajar Bergantungan di Angkutan, Polres Aceh Tenggara Turun Tangan Demi Keselamatan

Kamis, 17 September 2026 - 13:28 WIB

46 Knalpot Brong Dimusnahkan, Polres Aceh Tenggara Tegaskan Komitmen Tertib Berlalu Lintas

Senin, 14 September 2026 - 18:21 WIB

Kapolsek Bambel Jadi Irup di Pesantren Darul Iman, Tekankan Disiplin dan Kesadaran Hukum Pelajar

Jumat, 11 September 2026 - 06:57 WIB

Bukan Sekadar Olahraga, HKGB ke-74 Pererat Kebersamaan Keluarga Besar Polres Aceh Tenggara dan Forkopimda

Kamis, 10 September 2026 - 05:25 WIB

Tak Butuh Waktu Lama, URC Satreskrim Polres Aceh Tenggara Amankan Pelaku Curi Motor

Rabu, 9 September 2026 - 09:37 WIB

Polres Agara Musnahkan Narkotika Hasil Pengungkapan Kasus, Bupati Apresiasi Kinerja Polres Aceh Tenggara

Berita Terbaru